by othephe
engkau indah wahai kau yang ku sebut purnama,
hadirmu menjelma dalam tujuh tembang cinta
dan lagi engkau terpuja duhai jelita idaman,
harmoni selaksa bidadari menyanyi
ku rayu dikau diatas seluas padang rumput hijau,
dijajarannya bintang-bintang serupa parasmu
biarkanku membunuhmu lewat puisi sang bayu,
menduduki kota hatimu sebagai pahlawan
ingat aku yang ada diantara,
akan ada dan tidak akan ada lagi.

